Kini, di kalangan remaja dihebohkan dengan sebuah lagu Sepantun Cinta. Mengapa begitu heboh? Nah, pasalnya lagu yang dibuat dengan arransemen musik reggae itu, ternyata mampu menghentak hati kalangan remaja yang sedang jatuh cinta. Wah….? malah dalam lirik yang ditulis oleh Theja Fathasena itu, dinilai alay dan lebih banyak menggoda. Sepantun Cinta untuk Blogger Bertuah dan Semuanya “Wah..iya.. ya… saya agak terkejut ketika mendengar lirik lagu Sepantun Cinta yang akag alay [ Read More ]
Archive for the ‘Budaya Melayu’ Category
Ombak BONO adalah ombak atau gelombang sebagai suatu fenomena alam yang terjadi di Muara Sungai Kampar Riau Indonesia. Ombak Bono ini terjadi akibat adanya pertemuan arus sungai menuju laut dan arus laut yang masuk ke sungai akibat pasang. Di dunia ini hanya ada sekitar 4 tempat yang memiliki fenomena alam yang sama seperti Ombak Bono, walaupun dengan nama sebutan yang berbeda-beda seperti Benak, Pororoca, Aegir dan lain-lain. Lokasi Ombak Bono [ Read More ]
Perkembangan dunia internet kian pesat. Dulu internet hanya dapat diakses diwarnet dengan harga yang mahal, kini internet sudah ada dimana-mana bahkan internet sudah portable, kini internet bisa dilakukan melalui handphone ataupun di fasilitas atau sarana umum yang memiliki Wi-fi. Kehadiran Internet hendaknya dapat kita manfaatkan dengan semaksimal mungkin dalam bentuk yang positif. Blog atau website salah satu hal positif dari Internet. Keberadaan blog atau website dapat berfungsi sebagai sarana informasi [ Read More ]
Masjid Raya Pekanbaru dibangun pada abad ke 18 tepat 1762 sehingga merupakan mesjid tertua di Pekanbaru. Mesjid yang terletak di Jalan Senapelan Kecamatan Senapelan ini memiliki arsitektur tradisional. Mesjid yang juga merupakan bukti Kerajaan Siak Sri Indrapura pernah bertahta di Pekanbaru (Senapelan) yaitu di masa Sultan Abdul Jalil Alamuddin Syah sebagai Sultan Siak ke-4 dan diteruskan pada masa Sultan Muhammad Ali Abdul Jalil Muazzam Syah sebagai Sultan Siak ke-5. Sejarah [ Read More ]
Ayam sabung jangan dipaut, Jika ditambat kalah laganya. Asam di gunung ikan di laut, Dalam belanga bertemu juga. Buah kurma berlambak-lambak, Dimakan orang pagi dan petang. Bagai kerja menolak ombak, Makin ditolak semakin datang.








attayaya