Facebook
RSS

NAPAK TILAS KERETA API DI RIAU

Nov - 24 - 2011
eri-communicator

Sebelum Perang Dunia II pemerintah kolonial Belanda telah membuat rencana pembangunan jaringan jalan rel kereta api yang menghubungkan pantai timur dan pantai barat Sumatera, yang akhirnya akan meliputi seluruh pulau Sumatera. Jalur Muaro ke Pekanbaru adalah bagian dari rencana itu. Tapi hambatan yang dihadapi begitu berat, banyak terowongan, hutan-hutan dan sungai serta harus banyak membangun jembatan. Karena belum dianggap layak, rencana itu tersimpan saja di arsip Nederlands-Indische Staatsspoorwegen (Perusahaan Negara Kereta Api Hindia Belanda).

Peta Jalur Kereta Api Sumatra yang menghubungkan Pekanbaru dan Muaro

                                                                            SUMATRA RAILWAY PEKANBAROE-MOERO

Ketika Jepang menduduki Indonesia pada 1942 , Jepang mengetahui rencana Kolonial Belanda. Penguasa militer Jepang melihatnya sebagai jalan keluar persoalan yang mereka hadapi. Pembangunan jalan rel yang menghubungkan Sumatera Barat dan pantai timur Sumatera akan membuat jalur transportasi yang menghindari Padang dan Samudera India yang dijaga ketat kapal perang Sekutu. Jalan kereta api baru itu akan memperluas jaringan Staatsspoorwegen te Sumatra’s Weskust (SSS) sepanjang 215km ke pelabuhan Pekanbaru. Dari sana, melalui Sungai Siak akan mudah mencapai Selat Melaka

SEBUAH LOKOMOTIF TUA YANG SUDAH BERKARAT, TERDAPAT DI KEBUN COKLAT WARGA DISEKITAR LIPAT KAIN

Pekerjaan dimulai September 1943. Para Romusha membangun fasilitas perkeretaapian dan badan jalan rel di Pekanbaru. Mei 1944 para tawanan perang mulai berdatangan. Tapi sebagian romusha dan tawanan perang tidak pernah sampai ke Pekanbaru. Banyak yang terbunuh ketika kapal yang mereka tumpangi tenggelam terkena torpedo Sekutu. Kapal yang mereka tumpang bernama Kapal Maru Junyo dan Waerwijk Van. Sebagian besar romusha pekerja rel ini meninggal karena kurang makan, penyakit dan perlakuan buruk.

http://www.riaudailyphoto.com/2011/05/napak-tilas-kereta-api-di-riau.html                          KONDISI PARA PEKERJA PEMBANGUNAN JALUR KERETA API SUMATRA RAILWAY

Sementara itu, material kereta api – rel, lokomotif dan gerbong – didatangkan juga dari tempat lain, termasuk beberapa lokomotif bekas Deli Spoorweg Maatschappij (DSM) and Semarang Cheribon Stoomtram Maatschappij (SCS). Karena Jepang terdesak waktu untuk menyelesaikan lintasan ini, pembangunan terowongan dihindari, tapi untuk melintasi sungai dan jurang masih tetap harus dibangun jembatan dari kayu yang ditebang di hutan yang dihuni harimau. Akhirnya jalan rel ini selesai pada 15 Agustus 1945, bersamaan dengan penyerahan Jepang pada Sekutu. Jalan kereta api ini tidak pernah digunakan untuk tujuannya semula, membawa batubara dari Sawah Lunto, Sumatera barat, ke Pekanbaru. Kereta api yang melalui jalan rel ini hanya kereta api pengangkut tawanan perang yang telah dibebaskan. Tidak lama setelah itu jalan rel ini ditinggalkan begitu saja. Para romusha dan tawanan perang yang mengorbankan nyawa untuk pembangunan jalan rel ini mati sia-sia.

SEBUAH LOKOMOTIF TUA YANG SUDAH BERKARAT, TERDAPAT DI KEBUN COKLAT WARGA DISEKITAR LIPAT KAIN

Pembangunannya telah memakan korban jiwa romusha Indonesia dan tawanan perang Belanda, Inggris dan Australia. Diperkirakan sekitar 10.000 romusha dikuburkan sepanjang jalan rel di tengah belantara Sumatera, meski tidak aka ada yang tahu jumlah pastinya. Sehingga jalan kereta api ini dikenal juga sebagai Jalan Kereta Api Maut Sumatera ada juga yang menyebutnya Pekanbaru Rail Line, seorang penulis Belanda menyebutnya “The Death Railway”

Dalam pengerjaan jalur kereta api Pekanbaru-Muaro ini menggunakan ribuan para pekerja (romusha) yang berasal dari berbagai negara, selain dari Indonesia para pekerja yang membangun jalur rel kereta api ini juga berasal dari negara lain yang merupakan tawanan perang,ada yang berasal dari Belanda, Inggris, Australia, Amerika dan Selandia Baru. Pekerjaan awal jalur kereta api ini dimulai dari ujung Pakan Baroe (Pekanbaru), kemudian agar pengerjaan dapat dilakukan dengan cepat, dikerjakan juga jalur kereta api di Ujung Moeara. (Muaro), kedua rel tersebut baik yang dibangun dari Pekanbaru dan Muaro mengalami titik pertemuan rel pada tanggal pada 15 Agustus 1945. Dalam pengerjaan jalur Kereta api Sumatra Railway dari Pekanbaru hingga Muaro terdapat banyak Kamp para pekerja,kam-kamp itu terdapat di : “modder Lust” – Resort Lumpur, Soengeitengkrang (“Death Camp” – Rumah Sakit), Boeloeh Taratak, Loeboeksakat, Soengaipagar, Lipat Kian (sisi sungai), Kota Baroe, Logas, Ambatjan Loeboek, Koeantan-rivier – 1, Koeantan-sungai – 2, Moeara, Tapoei, Pete

http://www.riaudailyphoto.com/2011/05/napak-tilas-kereta-api-di-riau.html                                                  LOKASI KAMP PEKERJA PEMBUAT REL KERETA API “The Death Railway”
Di Pekanbaru disekitar Marpoyan dapat kita jumpai Monumen Lokomotif dan Tugu Pahlawan Kerdja tugu dan monumen ini sangat bersejarah dan sudah sangat tua, tugu dan monumen ini diresmikan pada tanggal 17 Agustus 1958. Monumen Lokomotif menandakan bahwa dulunya pernah ada Kereta Api di Kota Pekanbaru dan didinding monumen Lokomotif terdapat gambar kekerasan tentara jepang terhadap romusha.

Untuk menghormati dan mengenang jasa pekerja pembuat rel lokomotif dibangun Monumen Tugu Pahlawan Kerdja
Di Pekanbaru terdapat sebuah jalan yang bernama Jalan Kereta Api, di Jalan Kereta Api tersebut dahulunya terdapat rel, menurut masyarakat di Sekitar Jalan Kereta Api,dulunya terdapat beberapa sisa besi tua rel,dan besi-besi tersebut diambil dan dijual oleh orang tidak dikenal.

SEBUAH MONUMEN THE SUMATRA RALWAY YANG TERDAPATDI NATIONAL MEMORIAL ARBORETUM DI  STAFFORDSHIRE INGGRIS

Tidak hanya monumen lokomotif ataupun tugu pahlawan kerja saja yang menandakan bahwa dulunya terdapat Kereta Api di Riau, tetapi juga beberapa penilitian dari luar negeri, buku maupun dokumentasi poto serta replika rel kereta api dan lain-lain sebagainya juga masih ada terdokumentasi dengan rapi diluar negeri tepatnya di Monumen National Memorial Arboretum di Staffordshire Inggris.

SEBUAH MONUMEN THE SUMATRA RALWAY YANG TERDAPATDI NATIONAL MEMORIAL ARBORETUM DI STAFFORDSHIRE INGGRISHET INDISCHE SPOOR IN OORLOGSTIJD, sebuah buku ini yang bercerita tentang Jalur Kererta Api Muaro – Pekanbaru.

Tragedi kemanusiaan yang terjadi di rimba Sumatera pada zaman pendudukan Jepang dalam Perang Dunia II yang silam terekam dalam buku karangan Henk Hovinga yang berjudul : “The Sumatra Railroad: Final destination Pakan Baroe 1943-1945” (5th rev. ed & 1st English ed.); Leiden: KITLV Press, 2010.

Sebuah replika yang menunjukkan sebuah jalur kereta api sumatra, didalam replika tersebut terdapat penunjuk arah ke Pekanbaru dan juga ke Muaro.

SUMBER : NAPAK TILAS KERETA API DI RIAU

Ditulis Oleh


Riau Travel Blogger dan Etnographer di http://www.riaudailyphoto.com


eri-communicator telah menulis 6 artikel di Bertuah.Org


Follow me on Twitter

8 Responses so far.

  1. mas pur says:

    Makasih infonya, jadi tambah wawasan tentang bumi lancang kuning.

  2. dikodinaeko says:

    bertambah terus informasi,setelah bergabung di bertuah ini

  3. Gank Jurdil says:

    Salam teman2 semua.

    Tunjukkan kepada bangsa Indonesia bahwa Riau memiliki potensi wisata seperti danau, gunung, sungai, air terjun, pemandian air panas, peninggalan sejarah Belanda dan Jepang, para pahlawan, dll agar mereka berminat berkunjung ke Riau dan para investor berkenan utk berinvestasi.

  4. harusnya Pekanbaru punya rel biar meudah mudik
    tambah terus informasinya ya mas

  5. semoga PT KERETA API PERSERO bisa membangun/menghidupkan jalur kereta api mati
    \

  6. ayo hidupkan lagi jalur mati kereta api

  7. Postingan yg bermutu Bro!
    Berharap negara punya fokus untuk membenahi sistem transportasi publik kita, dan tak terus-terusan menyerahkan hajat hidup rakyat ke tangan swasta.

  8. Husni says:

    Mantap, kalau perlu ditambah lagi infonya. Semoga pemerintah riau dapar merekonstruksi kembali jalur kereta api tsb. Bangsa asing saja sangat konsen dgn peristiwa tersebut. Kenapa pemda kita tidak ada kepedulian. Inikan bagian dari sejarah dunia. Mungkin perlu buan riset dan kebijakan untuk jalaur kereta api di riau.


Semangat Berbagi Blo

Ngabuburit Blogger Bertuah bersama anak yatim, Pada pukul 17.00 wib adik-adik ...

Marhaban Ya Ramadhan

Ramadhan tiba, ramadhan tibaaa.... Marhaban Ya Ramadhan! Lama banget nggak nge-post ...

Aksi Melawan Asap di

Hari gini masih ngeluh soal Asap??? sudah saat nya kita ...

Blogger Peduli Asap

Assalamualaikum Wr. Wb.. Salam sejahtera sahabat-sahabatku seantero Indonesia. Apa kabar semuanya? ...

Rangkaian Ultah Blog

1. HUT Komunitas Blogger Bertuah Sebenarnya hari jadi Komunitas Blogger Bertuah ...