No public Twitter messages.

Facebook
RSS
Mengajar Anak Kecil Tentang Seks yang Benar

Mengajar Anak Kecil Tentang Seks yang Benar

Mengajarkan suatu pelajaran mungkin tidak lebih lama dari lima menit, tetapi kita harus perlahan-lahan dalam menanamkan  pengertian tentang masalah seksual dalam kehidupan kita. Kita dapat menanamkan informasi seksual yang lebih lengkap setahap demi setahap, dari hari ke hari, dari bulan ke bulan, ketika anak-anak tumbuh.

Jika kita memilih untuk melengkapi anak-anak kita dengan informasi seksual, kita sudah harus akrab dengan kata-kata seperti penis, vagina, vulva (pakus), ova (bentuk jamak ovum atau sel telur), dan sperma. Dalam diskusi masalah-masalah seksual dengan anak-anak, kita sebaiknya menggunakan istilah medis secara benar walaupun mungkin terasa tidak mudah untuk pertama kalinya. Kita bisa belajar menunjuk pada bagian organ seks di tubuh kita dengan kata-kata medis (lebih mudah daripada dengan bahasa Indonesia), sehingga kita menjadi biasa ketika kita mengajar anak-anak kita. Kita harus menggunakan istilah yang benar untuk semua bagian tubuh. Kita jangan takut mengajarkan bagian organ seks dengan setepat dan sewajar mungkin kepada anak-anak kita karena ini sangat penting untuk kesejahteraan mereka.

Anak kecil akhirnya akan ingin tahu nama organ seks mereka. Ketika anak laki-laki menayakan organ genitalnya (“Apa ini?”), berikan jawaban sesuai faktanya : “Ini penismu. Tuhan menciptakan semua anak laki-laki mempunyai penis, dan ketika anak laki-laki tumbuh menjadi seorang laki-laki dewasa, mereka mempunyai penis yang lebih besar.”
Untuk anak perempuan,jawablah,”Ini adalah bagian dari tubuhmu yang disebut labia.”

Pada umur dua atau tiga tahun, anak kecil secara khusus akan mencari jawaban terhadap pertanyaan-pertanyaan seperti ” Dari mana saya berasal?”, dalam Buku Pendidikan Seks Keluarga, maka anda sebaiknya menjawab dengan jawaban seperti ini : “Kamu tumbuh di dalam tungkus kecil didalam tubuh ibu, di bagian bawah perut ibu. Ketika kamu cukup besar untuk dilahirkan, kamu akan keluar melalui lubang yang terbuka di antara dua kaki ibu yang disebut vagina.”

Jika dia bertanya, “Bagaimana saya bisa ada didalam tubuh ibu?” kita dapat menjawab, “Ketika Tuhan menciptakan ibu dan ayah, dia meletakkan telur kecil di dalam perut setiap perempuan. Ayah mempunyai apa yang disebut sperma di dalam tubuhnya, dan ibu mempunyai telur yang sangat kecil. Ketika sperma dari ayah bertemu dengan telur yang ada di dalam perut ibu, seorang bayi kecil akan mulai tumbuh di dalam suatu bungkus dibagian bawah perut ibu yang disebut rahim.”

Bagaimana kalau anak yang masih kecil bertanya tentang cara sperma masuk kedalam perut ibu? Kita tidak perlu menjelaskan hubungan seksual kepada anak berumur dua atau tiga tahun. Mungkin hubungan seks yang kita jelaskan kepada mereka tidak akan menyebabkan trauma, tetapi ini dapat menimbulkan kebingungan dan suatu keasyikan yang tidak sehat dalam masalah kematangan. Kita dapat membuat janji sederhana bahwa kita akan menceritakannya dengan lebih jelas ketika dia sudah lebih besar. Kepada anak yang sudah agak besar dan sudah mengerti apa yang kita sampaikan, kita bisa mengatakan, “Karena cinta kasih ayah dan ibu, ayah memasukkan penis ayah ke dalam vagina ibu dan kemudian ayah akan mengeluarkan sperma dan sperma ini akan bertemu dengan telur ibu.” Cara ini akan memuaskan keingintahuannya yang normal, dan tidak perlu khawatir anak akan mempraktekkannya.

Jika anak ingin tahu,” Mengapa ibu harus pergi ke rumah sakit untuk mempunyai seorang bayi?” Jawaban yang tepat ialah, “Dia harus pergi ke rumah sakit supaya dokter dapat membantu dia melahirkan bayinya. Dokter akan menyakinkan ibu bahwa ibu akan senang dan bayi dapat lahir dengan sehat.”

“Mengapa ibu mempunyai buah dada yang besar?” Jawabnya, “Semua perempuan mempunyai buah dada yang lebih besar daripada laki-laki. Tuhan membuat perempuan dengan cara ini karena buah dada ibu akan penuh dengan susu ketika dia mempunyai bayi. Susu adalah makanan untuk bayi sampai bayi dapat minum dari botol atau makan makanan sehari-hari.”

“Dapatkah laki-laki dan perempuan atau siapa saja mempunyai bayi?” Jawabannya, “Ya,mereka dapat, tetapi Tuhan ingin hanya laki-laki dan perempuan yang sudah menikah yang mempunyai bayi. Tuhan ingin setiap bayi mempunyai rumah yang aman, di mana bayi akan dicintai dan dipelihara oleh seorang ibu dan seorang ayah.”

Setelah umur tiga tahun, anak kecil biasanya mempunyai pengetahuan sederhana tentang bagaimana bayi dilahirkan. Mereka biasanya mempunyai pengetahuan umum bagaimana bayi dilahirkan mempunyai perasaan yang positif tentang seks mereka sendiri, dan mempunyai kepercayaan tentang hubungan ayah dan ibunya. Ketika anak tubuh lebih dewasa, mereka mungkin akan mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang sama lagi, dan setiap kali kita dapat memberikan jawaban yang lebih mendetail.

Ahli psikologi menyarankan,”Pendidikan seks yang baik dimulai dengan sikap-sikap kita sendiri, ketepatan dalam memberikan informasi dan mengajarkan dalam suasana yang bertanggung jawab.”

PENULIS :
Nama : Tukiran Yatmorejo
Profesi : Marketing
Tukiran Yatmorejo
tukirano212

Ditulis Oleh


Aku adalah apa yang aku fikirkan, aku yang diciptakan, yang diciptakan untuk mengabdi, mengabdi kepada sang ilahi dengan bekal ilmu yang diberi.


tukirano212 telah menulis 10 artikel di Bertuah.Org


Follow me on Twitter

3 Responses so far.

  1. azlan kadir says:

    memberikan pengetahuan ini dengan kehati-hatian dan bertanggung jawab

    salam kenal gan :D postingan yang bagus sekali :)

  2. samponoenda says:

    salam kenal
    postingannya bagus


Suri Awase Bertuah

Rambut sama hitam, pikiran pasti berbeda. Setiap pertemanan pasti ada ...

3 Tahun Komunitas Bl

Sebentar lagi Komunitas Blogger Bertuah pekanbaru akan merayakan hari jadinya ...

Hibah Sejuta Buku al

 Fase pertama, teman-teman blogger Bertuah menghibahkan buku-buku sumbangan tersebut di ...

Laporan Sementara Hi

Hibah sejuta Buku ala Blogger yang awalnya diprakarsai oleh Prima ...

NAPAK TILAS KERETA A

Sebelum Perang Dunia II pemerintah kolonial Belanda telah membuat rencana ...