Pekanbaru – sepanjang jalan kota pekanbaru, baik itu tempat wisata, pusat perbelanjaan, sampai dengan warung kopi pun ada tukang parkir.
Palar alias parkiran liar sangat marak sekali saat sekarang ini. Melonjaknya angka tukang parkir liar di kota pekanbaru di sebabkan naiknya tariff parkir kendaraan roda dua Maupun kendaraan roda empat.
Hal inilah yang memicu masyarakat kota pekanbaru atau orang dari luar daerah yang tidak mempunyai pekerjaan tetap berbondong-bondong membuka lapak parkiran illegal atau tanpa ada izin dari dishub kota pekanbaru.
Dengan adanya parkir liar ini, membuat masyarakat kota pekanbaru merasa risih. Banyangkan saja, pergi berbelanja yang hanya sebentar sudah dikenakan tariff parkiran oleh palar atau parkiran liar.
“saya merasa risih mas, masak kita belanja Cuma sebentar sudah di minta uang parkiran, terkadang kita nggak jadi belanja, itu pun dimintak uang parkiran” demikian ungkapan dari salah seorang ibu-ibu rumah tangga di daerah panam saat di temui bertuah.org.
Sudah illegal, kerja tidak sesuai dengan Standar Operasional Prosedur sebagaimana layaknya seorang tukang parkir. Motor yang di parkir juga hanya di biarkan saja tanpa di jaga sama sekali. Dan jika ada kerusakan atau motor hilang maka kerugian tidak di tanggung oleh Palar alias parkiran liar.
Kebijakan pemerintah sangat di butuhkan dalam menertibkan Palar alias parkiran liar ini. Jangan sampai dengan dibiarkannya aksi para tukang parkiran liar ini membuat masyarakat kota pekanbaru merasa enggan untuk keluar rumah. Meski tidak seberapa dengan mengeluarkan uang ribuan saja, tapi jika itu bisa membuat masyarakat kota pekanbaru tidak nyaman, maka harus segera di tindak lanjuti.
Atau mungkin juga dengan kondisi perekonomian yang lemah memicu para perkerja yang hanya gaji pas pasan, demi mencari uang lebih, mereka rela melakukan apa saja.
Sebuah pertanyaan. Siapakah sebenarnya yang salah dalam hal ini, pemerintah ataukah individualnya.
Program pemerintah sudah banyak di salurkan kepada masyarakat setempat, tapi tidak berhasil. Apakah kesalahan dari individual atau program yang di berikan pemerintah tidak sesuai dengan keadaan masyarakat itu sendiri, sehingga kontribusi pemerintah kepada masyarakat hanya sia sia saja.
Perlu revisi kembali. Program apa yang cocok untuk masyarakat yang bisa merubah atau menaikkan taraf hidup yang bisa menunjang kebutuhan sehari-hari masyarakat itu sendiri. Kontribusi pemerintah harus di sesuaikan dengan kemampuan masyarakat itu sendiri, dan juga harus di lengkapi dengan fasilitas yang memadai.
Ditulis oleh
Nama : Dodi Atmaja (Boejang Senang)
Pekerjaan : Founder www.antarberita.com
Alamat Blog : http://mben.cekno.com
Alamat url postingan : http://mben.cekno.com/2011/03/parkiran-kok-liar.html







attayaya
buset deh poto bujang gak nahan bgt
jah ini komen kok bisa ada poto gw na
ni mau di tanyakan ni,, kok poto aku tak timbul,,, macammana caranya,,,,,
biasa bang.. heheh ni poto reportase jalanan oleh boejang
ha ha ha ha ni bukan rahasia umum lagi jang…
wuah mase ngganteng……..
Bang ais cuma mau nampang poto doank bukan memberi komen..he..he..:)
Terpaksa parkiran di luar Om, karena di dalam sudah tidak muat lagi… #Butuh Area Parkir or Building Parkir..
wah,,,
kayak di belakang Mall Pekanbaru ya fotonya
aku ga nahan ma potonya yg paling bawah