Keunikan Kota Pekanbaru adalah pada wisata jajanan makanan di malam hari. Hal inilah yang membuat para wisatawan dari berbagai daerah terus berbondong-bondong untuk merasakan nikmatnya wisata jajanan malam di kota pekanbaru. Begitu unik, dan jarang terlihat di kota-kota besar lainnya.
Meski hanya makanan yang sangat sederhana, tapi justru wisata jajanan makanan inilah yang menjadi sebuah icon Kota Pekanbaru. Sehingga para wisatawan mengenal Kota Pekanbaru itu pada Jajanan makanan yang hanya ada pada malam hari.
Wisata jajanan makanan itu adalah jagung bakar special khas kota pekanbaru yang berada di jl. Jendral sudirman tepatnya di Bandar serai purna MTQ.
Tempat ini akan terlihat ramai jika pada malam hari, terlebih pada hari sabtu malam minggu. Para kawula muda sangat gemar nongkrong sambil menikmati jagung bakar special kota pekanbaru.
Kebiasaan nongkrong sambil makan jagung bakar adalah kegemaran semua warga kota pekanbaru terlebih kepada para kawula muda dan wisatawan dari berbagai daerah. Dengan ramainya pengunjung yang nongkrong sambil menikmati jagung bakar kota pekanbaru semakin terkenal dengan wisata jajanan makanannya.
Jika wisata jajanan makanan ini sudah menjadi salah satu icon kota pekanbaru, seharusnya kita kembangkan dan kita lestarikan bukan kita musnahkan.
Bapak walikota pekanbaru Drs, H, Herman Abdullah, MM Pada acara safari ramadhan walikota Pekanbaru beserta rombongan tahun 2010 mengutarakan kebijakannya dalam sambutannya.
“bahwa jagung bakar dan es kolding adalah icon kota pekanbaru”,
jadi sebagai salah satu icon kota pekanbaru mari kita sebagai masyarakat memelihara dan melestarikan wisata jajanan makanan ini. Agar wisata jajanan makanan terlihat lebih bagus, maka di imbau kepada para penjual jagung bakar dan es kolding untuk tertib dan tidak mengganggu sarana umum atau jalan raya. Cukup di relokasikan ketempat khusus tapi bukan di gusur. Demikian penuturan Bapak Drs, H, Herman Abdullah, MM.
Lantas kenapa ada beberapa oknum yang pernah terlihat oleh kita akan menggusur tempat wisata jagung bakar dan es kolding ini, padahal kebijakan pemerintah kota pekanbaru adalah untuk menata rapi tempat wisata jajanan makanan bukan untuk di gusur.
Jika salah satu icon kota pekanbaru telah di tiadakan, maka mau dibawa kemana nama Kota Pekanbaru ini sebagai Negeri Bertuah.
Mari kita sebagai masyarakat harus maju ke garis depan untuk tetap mempertahankan wisata Jajanan Makanan Kota Pekanbaru.
Nama : Dodi Atmaja ( Boejang Senang )
Alamat Blog : http://mben.cekno.com
Alamat url postingan : http://mben.cekno.com/2011/03/nasib-wisata-jajanan-makanan-kota.html







attayaya
Mantaappp Bag…Moga Melaju di Kancahh Dunia Politik !!!
pijan komennya kok gak peke link terubuk.com aja…
Makan jagung bakar malam malam bersama kawan. .
Beuuuh,. Nikmat sekali.. .
Mudah mudahan kota Pekan Baru dengan jajanan malamnya bisa membuat kota semakin ramai dan banyak wisatawan yang berkunjung.
Eh es kolding itu apa ya ?
Salam.. .
es kolding = es kolak dingin,,,, pokoknya mantep bener,, kayak rasa apa ya,,, kagak ada duanya deh,,, busyet,,,,ajib mah
Pertamax dolo gan…
)
Asyik juga ya kalo pulang kerja makan jagung bakar dan es kolding di temani oleh si dinda…
Keren Bos..
Namanya Blogger Bertuah, mestinya setiap anggota wajib postingan tentang Pekanbaru, tak hanya wajib nempelin Banner doang… hehehe… masukan doang.
salam kenal utk semua.
wasallam
Leo (tuah17)
Usulan yang bagus…semua bisa kok menjadi penulis di bertuah.org…salam hangat dari blogger bertuah
Ha .a..a.a
mantap pak Herman..
jadikan pekanbaru kota malam yang tak pernah malam…
terang benderang dengan pedagang jagung, es kolding..
dengan pergaulan yang sehat…
woow…kapan2 kudu ke MTQ ni he he he he
Kuliner di pekanbaru kurang di perhatikan letaknya..suka awut2an…lebih di organisir aja..biar bagus
sekarang jajanan makan kota pekanbaru,mulai terpinggirkan dengan hadirnya jajanan cepat saji yang lebih fleksibel , lebih bersih serta tidak memakan banyak ruang dan tempat, seperti burger,kebab,juice yang dijual menggunakan mobil
wahahahaha,,, iya mas,,, emang sih lebih rapi,, tapi kurang asek menurut ane mas,,,
sekarang jajanan makan kota pekanbaru,mulai terpinggirkan dengan hadirnya jajanan cepat saji yang lebih fleksibel , lebih bersih serta tidak memakan banyak ruang dan tempat, seperti burger,kebab,juice yang dijual menggunakan mobil
wahhh,, betul juga nh. saya kadang miris juga liat tiap malam si tukang jagung bakar kucing-kucingan ama Satpol PP. kasihaan icon kota Pekanbaru kita satu ini..
kok ga neka ya rasanya kalo es kolding dan jagungbakar jadi ikon…
apa ga ada yang laen seeeh
wah.. tulisan yang menarik.
salam kenal untuk penulis
vitri sih ga ikut2an komentar tentang ikon pekanbaru, tetapi pada dasarnya keberadaan pedagang kaki lima, seperti jagung bakar;kolding;burger; dsb sudah menjadi fenomena biasa di kota-kota di Indonesia. Sebagai alternatif yang bisa dipilih oleh penikmat kuliner, keberadaannya tidak bisa tidak harus kita terima. Namun tentu saja, keberadaannya seharusnya juga tidak dibiarkan “liar dan acak-acakan”. Harus ada ide kreatif dari warga kota untuk memberi masukan kepada pemerintah kota agar dapat mengelola “wisata jajan kota”.
(separo berharap untuk diberi saran untuk ajukan telaah staf kepada bos besar, hehehe)
terimakasih ,,,, wah ini tulisan biasa saja,, cuma ungkapan kekesalan saja,,, terhadap deksposisi pemerintah yang kura jelas,, masih terselubung,,,