Suri Awase Bertuah: Rambut sama hitam, pikiran pasti berbeda. Setiap pertemanan pasti ada enak dan tidak enaknya...

Facebook
RSS

GEJOLAK SEPAKBOLA NASIONAL

Mar - 23 - 2011
attayaya

Bermula dari sepak terjang tim nasional garuda merah putih pada ajang sepakbola se-Asia Tenggara, AFF, perhatian masyarakat kembali tertuju kepada badan olahraga PSSI. Perekrutan Alfred Riedl sebagai pelatih kepala tim nasional, yang berarti beliau memegang penuh tampuk kepelatihan tim nasional untuk tim nasional senior dan U-23, dapat dikatakan adalah sebuah pilihan yang sangat tepat. Dengan pengalaman yang dimilikinya, beliau termasuk kategori pelatih bertangan dingin sarat pengalaman. Isu naturalisasi yang berkembang, membawa nama Cristian Gonzales sebagai pemain asing pertama yang diberi kesempatan membela tim nasional, disamping Irfan Bachdim yang notabane nya pemain blasteran yang menjadi idola baru di sepakbola tanah air. Dan kemudiannya banyak pemain blasteran yang hadir di tanah air untuk menjajal sepakbola Indonesia, seperti Kim Kurniawan.

Supporter tim nasional kita pun telah berkembang menuju kearah kedewasaan, walau sebagian kecil masih berada dalam lingkaran apatis dan pesimistis. Kedewasaan tersebut tergambarkan dari dukungan penuh yang didapatkan tim garuda tidak hanya ketika meraih kemenangan, melainkan juga ketika tim nasional kita gagal untuk menundukkan rival abadi, Malaysia, dukungan tetap melimpah untuk tim nasional kita. Salah satu bukti kecil dan nyata adalah baju latihan timnas dan baju tanding timnas yang terus diburu para fans timnas garuda.
Polemik yang terjadi pasca piala AFF pada timnas garuda kini menjadi sorotan publik. Campur tangan politik disinyalir adalah salah satu faktor kegagalan tim nasional dalam ajang AFF kali ini. Bagaimana pertentangan antara dunia olahraga yang dikatakan tidak dapat dicampuradukkan dengan dunia politik, dan tim nasional bukanlah kendaraan politik para politikus. Kembali mencuat ke pemukaan nama lama yang masih mencengkram kuat PSSI, dan menjadi sosok paling dibenci oleh publik serta disalahkan atas apa yang terjadi pada tim nasional merah putih, dialah Nurdin Halid, sang mantan napi yang menjadi orang nomor satu di PSSI selama ini.
Kemudian menjelang kembali bergulirnya Liga Indonesia, sebuah terobosan baru lahir, dengan berlatarbelakang kekecewaan terhadap kinerja PSSI, Liga Primer Indonesia (LPI) hadir sebagai liga professional di tanah air. Humas LPI, Abi Hasantoso, mengatakan bahwa dalam LPI tim yang tergabung adalah tim yang tidak bergantung kepada APBD, dan LPI tidak akan begabung dengan Liga Indonesia di bawah PSSI yang dikatakannya sebagai liga amatir. Perseteruan ini telah memakan korban, salah satunya adalah Irfan Bachdim yang dilarang bermain untuk timnas disebabkan timnya telah tergabung dengan LPI. PSSI melarang pemain dari LPI untuk membela tim nasional.

Revolusi sepakbola nasional semakin gencar digemakan, ketika para supporter tim garuda melakukan aksi turun ke jalan dan berdemonstrasi di depan kantor PSSI. Meminta Nurdin Halid untuk keluar dari sepakbola nasional. Bahkan tidak hanya di tanah air, ketika partai big match liga inggris, Liverpool vs. Manchester United, terdapat sekelompok pendukung Liverpool yang membentangkan spanduk yang meminta Nurdin Halid untuk turun. Hampir dari semua lapisan masyarakat menyatukan suara untuk melepaskan kekuasaan Nurdin Halid sebagai ketum PSSI. Menpora, Andi Malarangeng bahkan ikut bersuara terhadap kisruh sepakbola nasional ini bahkan sempat beradu argumen dengan Nurdin Halid melalui media, walau masih terdapat kelompok kecil pada tubuh PSSI di daerah yang masih mengedepankan Nurdin Halid sebagai ketum PSSI, tetap saja kalah dengan aspirasi dan animo masyarakat sepakbola tanah air yang menginginkan revolusi di tubuh PSSI.

Kabar terakhir datang dari FIFA yang melarang pencalonan Nurdin Halid sebagai ketum PSSI. Karena tidak sesuai dengan peraturan-peraturan dan ketetapan-ketetapan yang telah dicanangkan FIFA. Bahkan FIFA mengeluarkan ultimatum kepada PSSI jikalau Nurdin Halid masih tetap maju sebagai ketum PSSI. Secara logika, seorang mantan napi yang terkait dengan banyak kasus korupsi sangatlah tidak pantas memiliki kesempatan untuk dapat menduduki jabatan yang sentral dalam sebuah organisasi resmi.
Semoga dari gejolak sepakbola tanah air yang sedang berlangsung dan masih berlangsung, mendapatkan hasil akhir yang dapat membawa kejayaan kepada sepakbola tanah air. Tidak hanya pada lingkungan intern, tetapi juga prestasi di ajang internasional. Demi kemajuan sepakbola Indonesia!!

Nama : Abrar

Blog : http://www.thesignbro.blogspot.com

URL : http://thesignbro.blogspot.com/2011/03/gejolak-sepakbola-nasional.html

attayaya

Ditulis Oleh



attayaya telah menulis 62 artikel di Bertuah.Org


Follow me on Twitter

3 Responses so far.

  1. Oki Helfiska Oki Helfiska says:

    Mana yang terbaik aja untuk kemajuan sepak bola indonesia

  2. Pilih saja om attayaya menjadi ketua PSSI, dan yg pasti tdk melanggar statuta FIFA tdk pernah dipenjara/ditahan.


Suri Awase Bertuah

Rambut sama hitam, pikiran pasti berbeda. Setiap pertemanan pasti ada ...

3 Tahun Komunitas Bl

Sebentar lagi Komunitas Blogger Bertuah pekanbaru akan merayakan hari jadinya ...

Hibah Sejuta Buku al

 Fase pertama, teman-teman blogger Bertuah menghibahkan buku-buku sumbangan tersebut di ...

Laporan Sementara Hi

Hibah sejuta Buku ala Blogger yang awalnya diprakarsai oleh Prima ...

NAPAK TILAS KERETA A

Sebelum Perang Dunia II pemerintah kolonial Belanda telah membuat rencana ...